logo
JUZ AMMA
image

Tersedia dalam 3 ukuran :

  1. Ukuran Kecil
  2. Ukuran Sedang
  3. Ukuran Besar
PROMO BUKU
image

Rp 50.000,00

Biaya Pengiriman

cek biaya pengiriman

Klik logo JNE di atas untuk melihat biaya pengiriman ke kota Anda

SELAMAT DATANG
image

CV. Wicaksana Pustaka

Penerbit Buku Islam


Jl. Purwosari II No.11Semarang 50125
Telp./Fax (024) 3519588

Email : suhargat@yahoo.com
TRANSLATOR

ONLINE SUPPORT
Facebook

Statistik

widgets
Link Partner

MENGAPA TAFSIR ALQUR'AN DIBUTUHKAN ? Oleh : Drs. H. Mohammad Rifai

image

Arti Alqur'an

Alqur'an ialah wahyu Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW sebagai sumber hukum dan pedoman hidup pemeluk Islam, dan jika dibaca menjadi ibadah.

Dengan keterangan tersebut di atas, maka firman Allah yang diturunkan kepada nabi Musa AS, Isa As dan nabi-nabi lainnya tidak dinamakan Alqur'an.
Garis-garis besar isi Alqur'an

  1. Tauhid, memperbaiki kepercayaan dan meluruskan I'tiqad.
  2. Tuntunan ibadat sebagai perbuatan yang menghidupkan jiwa tauhid.
  3. Janji dan ancaman. Alqur'an menjanjikan pahala bagi orang yang mau menerima dan mengamalkan isi Alqur'an dan mengancam mereka yang mengingkari nya dengan siksa.
  4. Hukum yang dihajati pergaulan hidup masyarakat untuk kebahagian hidup dunia dan akhirat.
  5. Berisi sejarah orang-orang yang tunduk kepada Allah SWT, yaitu orang-orang yang shaleh seperti nabi-nabi dan rasul-rasul. Juga sejarah mereka yang mengingkari agama Allah AWT dan hukum-hukumnya.
  6. Berisi masalah-masalah yang ghaib seperti hari kiamat, hari kebangkitan, adanya hisab, pahala dan siksa, alam kubur, padang mahsyar, surga dan neraka, jembatan sirat dan juga adanya malaikat , jin dan setan atau iblis dan masalah -masalah ghaib lainnya.

Islam membuka pintu ijtihad bagi kaum muslimin dalam hal-hal yang tidak diterangkan dalam Alqur'an. Kesempatan ijtihad inilah yang memungkinkan manusia memberi komentar dan keterangan serta mengeluarkan pendapat tentang hal yang tidak disebutkan dalam Alqur'an. Tentu saja ada syarat-syaratnya seseorang akan diperbolehkan menafsirkan alqur'an.

Pertumbuhan dan perkembangan tafsir Alqur'an:

Periode mutaqaddimin

Sahabat-sahabat nabi Muhammad SAW adalah orang-orang yang menjadi pelopor ijtihad, kemudian diikuti oleh tabi'in dan tabi'it tabi'in serta generasi-generasi yang tumbuh pada masa berikutnya. Mereka para sahabat nabi yang merupakan ahli tafsir Alqur'an yang terkenal ada 10 orang yaitu :

  1. Abu Bakar Ash Shidiq
  2. Umar Bin Khathab
  3. Usman Bin Affan
  4. Ali Bin Abi Thalib
  5. Abdullah Bin Mas'ud
  6. Ibnu Abbas (Abdullah Bin Abbas)
  7. Ubay Bin Ka'ab
  8. Zaid Bin Sabit
  9. Abu Musa Al Asy'ari
  10. Abdullah Bin Zubair

Empat orang yang pertama adalah Khulafaur Rasyidin, dan Ali Bin Abi Thalib adalah yang paling sering disebut sebagai ahli riwayat.Dan selain Khulafaur Rasyidin yang paling tepat disebut sebagai mufasir Qur'an adalah Abdullah Bin Abbas. Kedalaman ilmunya disaksikan sendiri oleh Rasulullah SAW. Dan beliau berdoa untuk Abdullah Bin Abbas sebagai berikut : "Ya Allah , limpahkanlah ilmu agama yang mendalam kepadanya dan ajarkanlah ilmu ta'wil kepadanya."

Periode mutaakhirin ( abad 4 H - 12 H )
Pada periode ini para ahli tafsir (mufasir) mulai menfsirkan ayat-ayat suci Alqur'an sesuai dengan pengetahuan yang telah mereka miliki. Contoh tafsir pada periode ini antara lain :

  • Tafsir yang berhubungan dengan sifat-sifat Allah. Penafsiran yang semacam ini dilakukan oleh Imam Ar Razi ( wafat tahun 610 H ), dengan tafsirnya Mafatihul Ghaib.
  • Tafsir yang menitikberatkan kepada lafaz-lafaz Alqur'an seperti Mu'jam Garaaibul Qur'an, oleh Al Hasan ibnu Muhammad Al Qummy.
  • Tafsir yang menitikberatkan kepada kisah-kisah yang terdahulu seperti tafsir yang disusun oleh Al Khazin , As Sa'labi dan ‘Alauddin bin Muhammad Al Bagdadi yang wafat pada tahun 741 H.

Periode baru (akhir abad 19 Masehi)
Pada periode ini lahirlah gerakan modernisasi Islam yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Islam di Mesir oleh Jamaluddin Al Afgani, Muhammad Abduh, Rasyid Rida. Di Pakistan dan India oleh Sayid Ahmad Khan, di Indonesia oleh K. H. Ahmad Dahlan dengan perkumpulan Muhammadiyah, K.H. Hasyim Asy'ari dengan gerakan Nahdatul Ulama dan Al Hasan dengan Persatuan Islam serta Umar Said Cokroaminoto dengan Serikat Islamnya.

Pada jaman ini lahirlah Tafsir Al Manar oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Rida, Tafsir Mahasinut Ta'wil oleh Jamaluddin Al Qasimi, Tafsir Jawahir oleh Tantawi Jauhari dan lain sebagainya.

 Cara menafsirkan ayat-ayat Alqur'an :

Metode ijmali ( global )

Merupakan metode yang mula-mula muncul. Mufasir tidak memberikan keterangan secara rinci yang memadai, maka di dalam tafsirnya umumnya sukar ditemukan uraian yang detail. Contoh tafsir metode ini adalah tafsir Jalalain yang dibuat oleh Jalaluddin Al Mahallii dan Jalaluddin As Suyuti.

Karena tafsir itu yang pokok-pokok, maka dengan pedoman tafsir Jalalain in mufasir akan terhindar dari kesalahan-kesalahan baik dari segi nahwu maupun dari segi bahasanya. Tetapi sangat disayangkan sekali Imam Jalaluddin As Mahalli wafat ketika penulisan tafsir ini baru sampai akhir surat Al Isra'. Akhirnya tafsir ini dilanjutkan penulisannya oleh Jalaluddin As Suyuti setelah beliau didesak oleh berbagai kalangan untuk melanjutkan penulisan tafsir karya Jalaluddin Al Mahalli tersebut.

Metode tahlili ( analitis )
Dengan bentuknya ada :

  • Bil Ma'sur atau Birriwayah
  • Biddirayah, birra'yu, bil aqli, bil ijtihad
  • Muqarin ( komparatif )
  • Maudu'I ( tematik )

Contohnya adalah tafsir Ibnu Kasir, hasil karya Al Hafidz Ibnu Kasir yang nama lengkapnya Al ‘Allamah Abil Fida' Ismail bin Kasir.

 Oleh : Drs. H. Mohammad Rifai

Mon, 25 Jan 2016 @11:17


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright 2018 CV. WICAKSANA PUSTAKA All Rights Reserved